Followers

Silahkan masuk khan email anda

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Ilmu itu adalah Imam dan Amal itu adalah makmum

Ilmu itu adalah Imam dan Amal itu adalah makmum
Perkataan di atas pertama kali saya lihat sewaktu membaca buku Manhaj Dakwah Al-Qardhawi. Perkataan itu benar-benar memberi satu manfaat besar dalam kehidupan saya. Seperti ada sebuah aura yang terus-menerus untuk saya hafal dan ulangi setiap saat. Bukan mudah untuk menjadi orang yang berilmu, tetapi bukan sulit juga untuk mendalami ilmu pengetahuan sehingga menjadi Ilmuan. Ia bergantung kepada diri sendiri, dalam waktu yang sama di atas takdir Allah. Menjadi seorang yang berilmu adalah sebuah penghormatan dan kemulian. Banyak hadith-hadith dan firman Allah yang menggambarkan betapa tingginya darjat orang yang berilmu.

Firman Allah, “Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya, dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas.” (Surah al-Fathir 35:19-21)

Ayat di atas Allah telah menggambarkan orang yang berilmu seperti seorang yang indah matanya. Manakala orang yang jahil seperti seorang yang buta matanya. Sungguh tinggi perumpamaan yang digambarkan Allah terhadap orang yang berilmu.

Hakikat kemuliaan dan tingginya derajat orang yang berilmu telah dikuatkan lagi dengan sabda Rasulullah SAW. Sabdanya, “Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan permudahkannya untuk masuk ke Syurga. Para Malaikat akan mengepakkan sayapnya ke atas pencari ilmu, kerana mereka suka dengan apa yang dilakukannya. Orang yang berilmu dimintakan ampun oleh semua yang ada di langit dan di bumi, bahkan ikan-ikan di air juga turut serta memohon ampun untuknya. Keutamaan orang yang alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan di atas bintang. Para ulama adalah pewaris nabi, dan para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Mereka hanya mewariskan ilmu. Sehingga orang yang mengambilnya benar-benar telah mengambil bahagian yang sempurna.” (Hadith direkodkan Imam Bukhari)

Al-Imam Ghazali ketika membaca hadith telah berkomentar, “Telah maklum, tidak ada derajat di atas derajat kenabian dan tidak ada kemuliaan di atas kemuliaan mewarisi derajat tersebut.”

Banyak sekali kenyataan dan bukti yang menunjukkan bahawa orang yang berilmu sangat dihormati dan dipandang tinggi.

Namun virus-virus malas dan tidak mengamalkan ilmu yang ada semakin lama semakin membara di kalangan penuntut ilmu. Sungguh ramai para penuntut ilmu mulai mencari ilmu untuk kemegahan dan keuntungan dunia. Manakala ada juga sebagian dari mereka, mencari ilmu semata-mata untuk berdebat dan menguji para ulama yang ada.

Kegusaran Nabi Muhammad terhadap hal ini sememangnya telah diduga semasa baginda masih hidup lagi. Oleh sebab itu Rasulullah pernah memberi nasehatkepada penuntut ilmu tentang hal ini. Sabda Rasulullah SAW, “Jangan mempelajari ilmu untuk menyombongkan diri pada ulama, berbangga dengan orang yang jahil, serta memilih-milih majlis. Sesungguhnya barangsiapa yang melakukan hal tersebut, dia akan masuk ke dalam neraka, dia akan masuk ke dalam neraka.” (Hadith direkodkan Ibn Hibban dengan para perawi yang dipercayai lagi sahih, demikian terang Syu’aib al-Arna’uth dalam semakannya ke atas Sahih Ibn Hibban)

Begitu juga dengan siapa saja yang menuntut ilmu niatnya karena ingin mendapat keuntungan dunia. Rasulullah telah memberi petunjuk keras terhadap golongan ini. Sabda Rasulullah SAW, “Seharusnya seseorang yang mempelajari sesuatu ilmu adalah untuk mendapat keredhaan Allah, namun jika dia mempelajarinya adalah karena untuk memperoleh kesenangan dunia, maka dia tidak akan mencium bau Syurga pada hari Kiamat.” (Hadith direkodkan Ibn Hibban dan dinilai sahih oleh Syu’aib al-Arna’uth dalam semakannya ke atas Sahih Ibn Hibban)

Oleh sebab niat yang tidak jujur dan ikhlas menuntut ilmu karena Allah, membuatkan ilmu yang ada hanyalah sebatas di lidah tanpa ada pengamalan. Sedangkan ilmu itu haruslah dipenuhi dengan amalan, karena ilmu adalah imam dan amal adalah makmum.

Al-Imam Yusuf al-Qardhawi dalam bukunya yang bertajuk Tafsir Fiqh as-Suluq fi Dhau al-Quran wa as-Sunnah menulis, “Sesungguhnya musibah terburuk yang menimpa kehidupan dan menerpa umat manusia adalah orang alim yang perkataannya bertentangan dengan perbuatannya, dan perbuatannya mendustakan perkataannya. Orang alim seperti ini adalah bencana untuk hamba-hamba Allah. Dan tindakannya itu merupakan tindakan yang diperingatkan al-Quran kepada orang-orang beriman. Firman Allah, “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (Surah al-Shaff 61:3)

Maka tidak aneh apabila Rasulullah meminta perlindungan daripada Allah dari ilmu yang tidak bermanfaat. Zaid bin Arqam meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda, “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak puas serta doa yang tidak dikabulkan.” (Hadith direkodkan Ibn Majah)

Sungguh hina dan azab kepada orang yang berilmu tidak beramal dengan ilmunya. Ketika Rasulullah menceritakan kepada para sabahat bagaimana siksaan yang diterima oleh golongan yang berilmu tetapi tidak memanfaatkannya.

Zaid bin Arqam telah meriwayatkannya dengan berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda: Pada hari Kiamat seseorang didatangkan dan dilemparkan ke dalam neraka. Kemudian usus-ususnya terburai dan dia akan dipusing-pusingkan seperti keledai yang berputar pada alat penggiling. Para penghuni neraka berkumpul dan bertanya kepada orang tersebut, “Fulan, apa yang terjadi denganmu? Bukankah dulu kau mengajak kepada yang makruf dan melarang perkara yang munkar? Dia pun menjawab, “Dulu aku memang mengajak kepada perkara yang makruf namun aku sendiri tidak mengamalkannya. Dan aku melarang yang munkar, tetapi aku sendiri melakukannya.” (Hadith direkodkan Imam Bukhari)

Golongan berilmu ini bisa juga dinamakan sebagai seorang munafik. Kerana orang munafik lahiriahnya bagus tetapi dalamannya rusak. Lidahnya manis menuturkan kata-kata hikmah namun amalannya pahit "bak empedu"... Mereka memperdayakan manusia dengan ilmu yang ada, padahal hatinya kosong dari keyakinan iman dan Islam. Golongan ilmuan seperti ini adalah munafik yang alim tutur katanya.

Bahaya munafik yang alim lisannya ini telah diperingatkan oleh Rasulullah seperti yang diriwayatkan oleh Umran bin Hushain. Sabda baginda, “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku risaukan sepeninggalanku terhadapmu ialah setiap orang munafik yang alim lidahnya.” (Hadith direkodkan Imam Tabrani)

Berhati-hatilah dengan golongan ilmuan sepert ini. Dan senantiasa berdoa agar di kalangan kita tidak akan ada golongan seperti ini. semoga peringatan Saidina Umar al-Khatab ini menjadi nasihat dan peringatan sekaligus kepada kita semua. Kata beliau, “Berhati-hatilah, karena Rasulullah SAW menyuruh kita berhati-hati terhadap setiap orang munafik yang alim lisannya.”

org-yg-mampu-terlepas-dari-perangkap-iblis

ingatlah-ibumu.html

sebuah-doa-suami-untuk-istri

/sifat-dan-sikap-yang-seharusnya-melekat-di-diri-kita

tentang-surat-kaleng-dan-email-berantai

7-kali-menunaikan-haji-tidak-melihat

ketika-ilmu-pengetahuan-menemukan-tanda-kiamat

5-cara-menghadapi-masalah-anda

15-gejala-anda-telah-diganggu-oleh-jin

gambaran-tentang-malaikat-maut

indahnya-matematika

tanya-jawab-tentang-jilbab

rahasia-hidung

apakah-yang-dinamakan-takdir

hal-hal-yang-dapat-melunak-khan-hati

istri-baik-adalah-isteri

chating-dengan-tuhan

berkeluh-kesah-tentang-jahatnya-dunia

hati-hati-dan-waspada-dalam-setiap-langkah

diantara-4-orang-istri

bulan-puasa-melatih-kesabaran-kita

hukum-truk-sampah

dimana-kujumpa-pelita-kecilku

telinga-adalah-ekspresi-pikiran-dan-perasaan

jika-hari-esok-tak-pernah-ada

tips-mengusir-setan-didalam-hati-kita

ketika-akal-dan-nafsu-berkelahi-merayu-hati

beberapa-hikmah-dari-penyesalan-yang-bisa-kau-petik

dalam-setiap-hati-manusia-ada-banyak-perkara

pernahkah-kita-menyadari-arti-kehadiran-didalam-kehidupan

antara-makna-hidup-dan-jati-diri

ketika-hidup-terasa-menyakitkan

sebuah-penelitian-tentang-emosi-kemarahan-dan-rasa-benci

dengan-keikhlasan-hidup-ini-menjadi-mudah-indah-dan-bermakna

cara-sederhana-menenangkan-hati-dan-pikiran

kapankah-anda-merasa-cukup

sebuah-cinderamata-hati-yang-kau-lukai

nurani-putih-yang-tergores

antara-hukum-sihir-dan-perdukunan

tentang-gambaran-penghuni-neraka

benarkah-kiamat-akan-terjadi-tahun-2012

jangan-stress-dong-aahh

test123

ini-bukan-sekedar-tentang-uang

postingan-ulang-yang-udah-rapi

stop-dreaming-start-action-dengan

darimana-kah-asalnya-api

stop-dreaming-start-action

arti-sebuah-kesetiaan-dalam-menjalani-sebuah-hubungan

menghadapi-penyakit-yang-menghalangi-langkah-anda

tehnik-menghadapi-kritik-orang-lain

apakah-anda-sudah-menjadi-seseorang

mulailah-darimana-anda-berpijak

mindset-and-system

lakukan-dan-lakukan-saja

hidup-adalah-tentang-belajar

melihat-masa-depan-dengan-kecepatan-cahaya

tahukah-andabagaimana-rasanya-ketika-roh-dicabut

tentang-flu-babi

3-unsur-dalam-sebuah-cinta

8-daerah-didalam-alam-jiwa-manusia

penderitaan-itu-bukan-akhir-dari-segalanya

cara-mengatasi-hati-yang-sedang-gelisah



rahasia-kesaktian-orang-orang-tempo-dulu

seorang-profesor-dari-sebuah

yaa-permennya-lupa-dimakan

begitu-banyak-peristiwa-yang-terjadi

jangan-pernah-berkata-selamat-tinggal

pesan-orang-tua-renta

hanya-satu-kata

penasaran

kisah-nyata-pacaran-dgn-hantu

pesan-terakhir-sebelum-bunuh-diri











3 comments:

Rihar Diana(dhana) said...

salam sahabat
sebuah ungkapan yang menyentuh dan bermakna medalam,thnxs n good luck ya...

Zippy said...

"Ilmu itu adalah Imam dan Amal itu adalah makmum"

Wah..bener juga yah...
Kalimat yang menggugah kita...
Semoga aja segala ilmu dan amal bisa saya dapatkan. AMin... :)

elpa said...

kejarlah ilmu walau hrs ke negri china...
krna dengan ilmu kita akan melangkah dengan baik di jln Allah..

Post a Comment

komentar

fan's of arh global radio 88.4 fm